DESAIN MEDIA PEMBELAJARAN
A. Hakikat Perancangan Media
1. Tujuan: Apa yang ingin dicapai dengan media yang dirancang?
2. Pesan: Informasi apa yang ingin disampaikan?
3. Target Audiens: Siapa yang akan menerima pesan?
4. Media: Alat apa yang paling efektif untuk menyampaikan pesan
(misalnya, video, infografis, presentasi)?
5. Konteks: Di mana dan kapan media akan digunakan?
Proses Perancangan Media:
1. Analisis: Memahami kebutuhan, tujuan, dan target audiens.
2. Perencanaan: Menentukan konsep, isi, dan format media.
3. Pembuatan: Mendesain dan mengembangkan media.
4. Evaluasi: Menguji efektivitas media dan melakukan perbaikan jika
diperlukan.
Perancangan media adalah proses sistematis dalam menciptakan alat bantu komunikasi visual atau audiovisual yang efektif untuk menyampaikan pesan tertentu. Tujuan utama perancangan media adalah untuk menarik perhatian, meningkatkan pemahaman, dan memfasilitasi pembelajaran.
B. Langkah-Langkah Perancangan Media
Perancangan media merupakan proses kreatif dan sistematis dalammenciptakan alat bantu komunikasi yang efektif untuk menyampaikan pesan.
Proses ini melibatkan beberapa tahap yang saling berkaitan. Berikut adalah
langkah-langkah umum dalam perancangan media:
1. Analisis Kebutuhan
1. Identifikasi tujuan: Apa yang ingin dicapai dengan media ini?
2. Tentukan target audiens: Siapa yang akan menggunakan media ini?
3. Analisis konten: Apa materi yang akan disampaikan?
4. Evaluasi sumber daya: Apa saja sumber daya yang tersedia (waktu,
anggaran, teknologi)?
2. Perencanaan
1. Pemilihan media: Media apa yang paling sesuai (video, animasi,
infografis, dll.)?
2. Pengembangan konsep: Membuat konsep dasar dari media yang akan
dibuat.
3. Pembuatan storyboard atau flowchart: Membuat visualisasi alur cerita
atau interaksi.
4. Penulisan naskah: Menyusun teks yang akan digunakan dalam media.
3. Desain
1. Pemilihan elemen visual: Warna, font, gambar, animasi.
2. Pembuatan layout: Menentukan tata letak elemen-elemen visual.
3. Pemilihan gaya visual: Sesuaikan dengan target audiens dan tujuan
media.
4. Pengembangan
1. Pembuatan prototipe: Membuat versi awal media untuk evaluasi.
2. Pengujian: Menguji fungsionalitas dan tampilan medi
3. Revisi: Melakukan perbaikan berdasarkan hasil pengujian.
4. Produksi
1. Pembuatan final: Membuat versi akhir dari media.
2. Penambahan suara dan musik: Jika diperlukan.
5. Evaluasi
1. Uji coba pengguna: Melihat respons pengguna terhadap media.
2. Analisis data: Mengumpulkan data tentang efektivitas media.
3. Perbaikan: Melakukan perbaikan jika diperlukan.
6. Distribusi
1. Pemilihan saluran distribusi: Bagaimana media akan disebarluaskan?
2. Promosi: Melakukan promosi agar media dikenal oleh target audiens.
C. Penulisan Naskah Media
Langkah sebelum memulai penulisan naskah:
1. Menentukan siapa yang akan menggunakan program media tersebut.
2. Mendeskripsikan tujuan pembelajaran dengan jelas
3. Mengumpulkan dan menyeleksi materi yang relevan
4. Menentukan jenis media yang sesuai dengan kebutuhan, seperti media
audio, visual, atau audio visual.
Sebelum menulis naskan, perlu disusun sebuah treatment. Treatment
adalah uraian berbentuk esai yang menggambarkan alur penyajian program.
Ini membantu memberikan gambaran tentang urutan visual, narasi, atau
percakapan yang akan menyertai gambar, serta suasana atau mood dari
program media. Treatment digunakan oleh pemesan naskah dan penulis
naskah untuk mencari kesesuaian pendapat mengenai alur penyajian program
media.
Jenis-jenis naskah media
1. Naskah audio
a. Naskah audio harus menggunakan bahasa percakapan, bukan bahasa
tulisan
b. Kalimat yang digunakan sebaliknya kalimat tunggal dan pendek
c. Music digunakan untuk menimbulkan data fantasi dan menghindari
kebosanan pendengar.
d. Daya konsentrasi pendengar perlu diperhatikan, misalnya 25-45 menit
untuk orang dewasa dan 15-25 menit untuk anak-anak.
2. Naskah visual (film dan video)
a. Penulisan naskah film atau video dimulai dengan identifikasi topic atau
gagasan dan tujuan khusus kegiatan pembelajaran.
b. Langkah-langkahnya meliputi pembuatan synopsis, treatment, storyboard
atau perangkat gambar cerita, skrip atau naskah program dan
scenario/naskah produksi.
c. Naskah film bingkai dapat berupa storyboard
3. Naskah media presentasi
a. Naskah untuk media presentasi biasanya berupa storyboard dengan format
double kolom, yaitu kolom visual dan kolom narasi.
b. Kolom visual diisi dengan semua tampilan dan bentuk visual, sedangkan
kolom narasi diisi dengan teks yang menyertai gambar.
Sumber :
Sadiman, A. S. (2006). Media pendidikan: Pengertian, pengembangan, dan pemanfaatannya. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Latuheru, J. (1988). Pengembangan media pembelajaran. Jakarta: UniversitasTerbuka.

.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar